Showing posts with label Makassar. Show all posts
Showing posts with label Makassar. Show all posts

Thursday, December 24, 2009

Makassar (22-25 Desember 2009) - Day 3


Hari ketiga di Makassar, hari untuk belajar budaya dan sejarah Sulawesi Selatan.

Tujuan pertama kami adalah ke Fort Roterdam atau Benteng Ujung Pandang. Sesampai disana kami diantar oleh Tour Guide. Info pertama mengenai Benteng ini, dibangun sejak tahun 1500an namun dikuasai Belanda sejak 1600an. benteng terdiri dari kantor walikota belanda, gereja, penjara dan 'bestion' yang dipakai untuk memanta kedatangan musuh dari empat penjuru benteng.

Pertama kami ke musium yang terletak dalam benteng. Tour Guide menjelaskan Sulawesi selatan dari sisi geografis, budaya dan juga sejarahnya. Saya jadi tahu apa itu 'budaya siri', kenapa orang Makassar sangat ekpresif dan informasi lain yang sebelumnya saya tidak tahu. Dari musium baru kami mengitari bagian lain seperti kantor walikota dan penjara. Kami juga mendatangi penjara Pangeran Dipenegoro, namun karena hari itu hari libur jadi nya penjara tersebut dikundi. Saya hanya bisa mengitnip ke dalam lewat jendela.

Benteng Ujung Pandang dipelihara dengan baik, namun pengunjung nya masih banyak yang buang sampai sembarangan. Sayang sekali. Terlepas dari ini semua, pada kunjungan ini puteri saya bisa belajar langsung tentang perang di Makassar melawan Belanda.

Dari Fort Roterdam kami pergi ke Gowa untuk mengujungi Istana Raja Gowa yang sekarang dijadikan sebagai Museum Balla Lompoa. Dalam musium ini di tampilkan silsilah raja Gowa, ornamen ornamen kerajaan dan yang paling special hari itu saya diperbolehkan melihat mahkota raja yang disimpan di ruangan terkunci. Senangnya dipercaya untuk melihat mahkota emas bertahta permata itu. Mudahan tetap terjaga terus.
Dari Gowa kami makan siang di Mall Panakukkang. Mall nya besar dan ramai sekali. Saat itu kami makan siang jam setengah tiga sore, tapi semua restoran di mall itu penuh pengunjung. Berarti orang Makassar memang benar suka makan :)

Malam kami dinner di restoran Ballarate di hotel Pantai Gapura. Suasana resto di sisi laut, sunset yang indah di horizon mengakhiri jalan-jalan kami di Makassar. Lain wakuu kami akan ke sini lagi, masih ada pulau-pulau yang belum di kunjungi .....

Jalan-jalan yang sangat berkesan.

Makassar (22-25 Desember 2009) - Day 2


Hari Rabu di Makassar. Ini hari kedua kami di kota Anging Mamiri. Bangun pagi, setelah sarapan, kami naik becak dari hotel Aryaduta ke Anjungan Pantai Losari sampai ke Benteng Roterdam lalu terus lewat Jalan Sombaupu dan kembali ke hotel. Kami hanya stop sekali ke anjungan pantai untuk berfoto. Jalan Sombaupuu pagi itu juga sudah ramai. Saya sempat mengambil beberapa foto dari atas becak. Untuk dua anak saya, naik becak membuat mereka exciting karena di asal kami di Sengata tidak ada becak yang dikayuh.

Setelah makan siang di Mall Ratu Indah, kami berangkat ke Trans Studio. Beruntung, theme park indoor terbesar di dunia ini hari itu tidak penuh. Padahal saya sempat khawatir karena sudah masuk waktu liburan sekolah bisa-bisa tempat ini akan penuh. Tapi saya tidak seberuntung yang saya harapkan, kamera yang saya bawa ternyata tidak ada batere nya. Jadi kami puas bermain di Trans Studio, tapi tidak bisa berfoto. Dari 20 Wahana bermain, anak-anak saya sempat main 13 wahana.

Pulang dari Trans Studion, istirahat sebentar di hotel, berjalan kaki ke Anjungan pantai losari. Tempat nya ramai pengunjung yang baik muda mudi maupun keluarga. Banyak pula pedagang yanng menjual makanan maupun mainan. Anak-anak saya membeli bubble tiup. Dari anjungan kita bisa melihat matahari terbenam di horizon laut.

Hari kami ditutup dengan makan malam di Rumah Makan Ujung Pandang di Jalan Irian. Seafood nya OK banget. Pulag dari Makassar seperti nya saya harus mulai diet lagi!

Tuesday, December 22, 2009

Makassar (22-25 Desember 2009) - Day 1


Akhirnya, setelah beberapa kali ke Makassar hanya untuk transit pesawat, akhirnya saya dan dua anak saya memutuskan untuk berlibur di Makassar. Memang, Trans Studio menjadi tujuan utama kami, tapi kami rencana habiskan tiga hari di Makssar, jadi tentunya lebih dari Trans Studio aja dong.

Day 1

Kami Berangkat dari Balikpapan jam 1 siang dan tiba di Makssar jam 3.30 sore. Pesawat transit di palu selama 20 menit. Bonus buat kami, karena kami belum pernah ke Palu sebelumnya. Dari pesawat saya dapat memotret kota Palu yang diapit gunung dan laut.

Di Bandara Makassar, nuansa yang pertama kami dapat adalah kebanggan warga nya atas kota mereka. Porter yang membantu mengangkat koper kami tersenyum lebar sambil berseru "Makassar!"

Kami beruntung karena ada teman yang menjemput kami di Airport (Terima kasih buat Imel, Bu Nani, Ella dan Pak Tappa). Dari Airport kita langsung ke Jalan Sumbaopu untuk membeli kerajinan daerah Sulawesi Selatan. Saya dapat dua nampan ukira Toraja, miniatur kapal pinisi, dua seruling (yang ternyata sampai malam ini kami tidak tahu cara membunyikannya!) dan dua botol sirup markisa. Sebelum meninggalkan Makassar saya janji akan balik lagi ke toko tersebut. Kami juga sempat ke toko mas di jalan yang sama, hiasannya bagus-bagus dan model ukiran sulawesi, tapi karena harga saya harus berpikir-pikir dulu. cuma kayaknya saya akan balik lagi ke sana nih ... :)

Dari Jalan Sombaupu, kami check in hotel. Kami menginap di Hotel Aryaduta dan beruntung dapat kamar yang menghadap ke Pantai Losari. Saya mengambil beberapa foto bagus.

Setelah istirahat, kami makan malam di restoran Dinar di jalan Lamadukeleng. Ikan yang disajikan dagingnya segar. Sekarang saya mengerti kenapa teman-teman saya yang berasal dari Makassar selalu bilang kalau ikan bakar daerah lain tidak ada yang sesegar ikan disini. Sepertinya orang Makassar suka makan di luar rumah, karena daerah restoran sangat penuh, padahal ini bukan malam liburan. Kami juga melewati rumah mantan Wakil Presiden Pak Yusuf Kala. saya membayangkan akan melihat sebuah isata atau rumah mewah. Ternyata, rumahnya sederhana untuk kapasitas seorang mantan wakil presiden.

Karena jagoan kecil saya sudah tertidur akhirnya kami putuskan kembali ke hotel dan melanjutkan acara besok hari.