Showing posts with label VnA Waterfront. Show all posts
Showing posts with label VnA Waterfront. Show all posts

Friday, February 12, 2010

Day 3 - 4 - Cape Town, South Africa (29 Jan - 3 Feb 2010)


Pada hari senin, saat jam makan siang, saya naik taxi ke Green Market untuk membeli suvenir tambahan oleh-oleh. Capai juga, tangan kanan membawa materi conference, tangan kiri penuh oleh-oleh. Tapi saya ngotot aja jalan kaki pergi ke South African Museum. Abis kapan lagi? Rasa capai bisa menunggu sampai saya balik ke Indonesia!

Jalan kaki dari Green Market ke SA Museum juga tidak terasa karena semua pengunjung harus melewati taman bunga The Old Company Garden. Tapi sesampai di musium saya mengurungkan niat masuk saya, karena ternyata exhibit nya lebih ke hal-hal yang purbakala, selain itu jam sudah menunjukan 1230. Saya harus balik ke Conference!

Sore harinya, selesai conference, dengan baju rangkap dua dan sepatu boot, saya pergi sendiri ke Table Mountain cable cart post. Ini adalah sky lift yang akan membawa penumpangnya ke puncak Table Mountain. Beruntung, untuk penumpang diatas jam 1830 mendapatkan 50% discount. Dari puncak gunung ini kita bisa melihat indahnya Cape Town dan matahari terbenam:
Dan tebing-tebing di sekitar gunung tersebut:
Hari Selasa adalah hari terakhir saya di Cape Town, setelah conference saya langsung pergi ke V & A Waterfront untuk beli tambahan oleh-oleh lagi dan titipan teman. Capai juga, tapi senang. Karena bisa punya banyak bawaan untuk handai taulan di Indonesia. Asal jangan bayar kelebihan bagasi aja ya!
South Africa .... For me it is more than just a business trip, it has been a beautiful business trip. I am so lucky to go to there. I did not just see the beauty of nature but also the beauty of people. I met a lot of nice and helpful local: black, white, indian, malay, chinese ... hang on, I did not met any chinese, where were they?

I remember how the bell boy smiled at me and said 'I hope we will see you again in June, Madame' before he shut the taxi door when I left the hotel It is beyond what I expected before I actually arriving that stunning country. And the Diamond? Well, it is good that my debit card did not work there (Shhh ...), otherwise I may as well spend all my life saving over there. Bravo South Africa. Good luck with the World Cup!

Saturday, January 30, 2010

Day 0 - 1 - Cape Town, South Africa (29 Jan - 3 Feb 2010)

What's the most beuatiful city in the world? Kalau saya yang ditanya, jawaban saya adalah CAPE TOWN. Dengan keindahan pegunungan, laut biru dan pantai, perpaduan bangunan tua dan dan modern, mall dengan kios-kios penjual berlian, perkebunan anggur ditambah dengan hiruk pikuk persiapan Piala Dunia Sepak Bola, lengkap deh!

Saya beruntung, karena melewati weekend di kota ini sebelum kemudian mengikuti konferensi pada hari Senin. Lebih beruntung lagi, selama weekend saya ditemani seorag warga Cape Town bernama Marijke. Marijke adalah adik dari teman di Sangata. Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak ketemu Marijke, pasti pengalamannya akan jauh berbeda.

Atas rekomendasi Marijke, saya berkeliling kota dengan nya di hari Sabtu dan mengambil tour ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) dengan travel agent di hari Minggu. Karena saat itu Cape Town sedang musim panas, matahari terbenam sekitar jam delapan, Marijke juga menganjurkan agar sepulang dari konferensi (Sekitar jam enam sore), saya coba pergi ke beberapa tempat menarik yang masih buka.

Anjuran Marijke saya ikuti dan hasilnya?

Hari Sabtu, saya ke V&A Waterfornt sendiri untuk beli oleh-oleh dan juga melihat keindahan Table Mountain dari area ini:

Di V&A kita juga bisa melihat beberapa grup penyanyi jalanan yang pentas sambil menawarkan CD mereka: 

Lalu dengan Marijke, saya pergi ke Castle of Good Hope (Istana pertama yang dibangun koloni Belanda sekitar Abad 16). Disana kami juga ke musium perang yang ada dalam kompleks istana ini. Ternyata, Belanda yang datang ke Afsel adalah bagian dari VOC dan juga dengan tentara bernama Batavia seperti di Indonesia:

Setelah itu kami pergi ke Distric Six Museum, musium yang menyimpan kenangan distric multi ras yang di deklarasikan oleh pemerintah apartheid untuk kulit putih saja. Distric ini menampilkan barang-barang milik keluarga kulit berwarna sebelum mereka dipindahkan ke tempat lain. Setelah ke Rhodes Memorial, kami berkendaraan ke Buitenverwacht dan Groot Constatia. Groot Constantia adalah area kebun anggur yang akan dijadikan Wine:

Di Groot Constantia, saya sempat menikmati Afternoon Tea bersama Marijke dan beberapa temannya. Saya mencicipi 'Rooibos' atau teh merah asli Afsel. Rasanya agak asam tapi dibilang mengandung anti oksidan tinggi. Bagus dong, sambil dapat nutrisi, saya juga berkenalan dengan beberapa orang lokal yang ramah.

Dari situ kami berputar di sekitar Rhodes Drive dan pergi ke Bo Kaap atau dikenal juga dengan nama Cape Malay. Bo Kaap adalah daerah tinggal etnic melayu yang pindah ke Afsel pada masa koloni Belanda dan Inggis. Jadi kita bisa bertemu dengan peranakan Malaysia atau Indonesia di sana. Bo Kaap juga dikenal sebagai pusat agama Islam di Cape Town.


Di Bo Kaap saya sempat melakukan shalat Ashar di salah satu masjid disana. Setelah berputar-putar, kami makan malam di restoran yang menyajikan makanan Melayu bernama 'Noon Gun'.

Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami melewati Green Point Stadium, satu dari sembilan yang akan host Piala Dunia Sepak Bola 2010. Bentuknya seperti pesawat UFO!